Select Menu
Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

Negara Somalia saat ini sedang menghadapi bencana kelaparan yang menarik perhatian seluruh dunia. Banyak penyebab yang membuat bencana kelaparan di Negara Somalia terjadi yang pertama adalah kemarau berkepanjangan dan siklus kekeringan di Tanduk Afrika yang mempengaruhi Somalia. Bagaimanapun kelaparan adalah faktor yang membuat hidup masyarakat Somalia sangat sulit, karena perang dan tindakan dari kelompok militan Islam, Al Shabaab. 
Kelompok militan Al Shabab yang ingin menegakkan Syariat Islam di negara Tanduk Afrika mengobarkan perang selama empat tahun. Perang tersebut dilakukan dalam upaya menumbangkan pemerintah Somalia, sementara Somalia dukungan PBB hanya menguasai sebagian kecil wilayah Mogadishu. Amerika Serikat melihat Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai.
Bencana kelaparan di Somalia merupakan persoalan alami, namun intervensi asing dan konflik berkepanjangan di Somalia seperti ini dapat memperparah situasi. Kedua, harga pangan telah meningkat sejak tahun 2000. Kenaikan harga pangan membuat lebih sulit untuk mengganti makanan dan lebih banyak tidak disediakan karena kekeringan. Ketiga, kerawanan pangan di seluruh dunia berpengaruh terhadap kekurangan air. Banyak negara dipengaruhi oleh ketidakamanan air termasuk Cina dan Somalia.
Ada enam wilayah di selatan Somalia yang masuk zona kelaparan. Sedangkan jumlah warga di Timur Afrika yang membutuhkan uluran tangan PBB pun bertambah menjadi sekitar 4 juta jiwa. Setiap hari ratusan warga sekarat karena tidak tersentuh bantuan pangan atau obat-obatan dan sebagian besar korban adalah anak-anak. Kemampuan mereka untuk menahan lapar tak seperti orang dewasa.
Agar masalah kelaparan itu tak meluas, PBB meminta kepada komunitas global agar bersedia memberikan bantuan. Saat ini bantuan pangan dan obat menjadi kebutuhan utama Somalia. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, jumlahnya kini menjadi lebih dari 4 juta jiwa. Padahal, populasi Somalia hanya sekitar 9,4 juta jiwa.  
 Masalah kelaparan di Somalia membuat badan Program Pangan Dunia (World Food Programme) bertindak dengan memberikan bantuan. World Food Programme atau WFP adalah organisasi internasional yang dibentuk oleh PBB bersama-sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). WFP mulai beroperasi 1 Januari 1963. Kegiatannya didukung oleh sumbangan sukarela yang dinyatakan setiap dua tahun oleh Pemerintah donor dan komoditi yang di sediakan melalui badan antar pemerintah1.
                                                                                                Kelaparan di Somalia


Sekarang ini, WFP merupakan sarana internasional yang penting untuk persediaan bantuan pangan yang utama dalam mendukung kegiatan pembangunan. Di dalam jajaran Perserikatan bangsa-bangsa, WFP merupakan sumber bantuan hibah terbesar untuk negara-negara yang sedang berkembang. WFP mendukung kegiatan-kegiatan yang membantu penduduk miskin dalam memperbaiki keadaan sosio-ekonomi mereka, dan mengatasi penyebab utama kemiskinan dan kelaparan.
Dalam penanganan masalah bencana kelaparan di Somalia, WFP sangat mempunyai peranan penting. Karena permasalahan di Somalia adalah salah satu dari jenis proyek yang di lakukan oleh WFP. Maka, sangat penting mengetahui tindakan apa saja yang dilakukan oleh WFP terhadap permasalahan bencana kelaparan di Somalia yang merupakan permasalahan yang harus diselesaikan oleh WFP sebagai salah satu proyek WFP.

1) Harmoko, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Indonesia (Jakarta : Menteri Penerangan Republik Indonesia) hlm. 36
Unduh versi makalah lengkap di sini
             Greenpeace merupakan lembaga atau organisasi internasional non-pemerintah yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup. Organisasi nirlaba yang bermarkas di  Amsterdam, Belanda ini merupakan organisasi yang independen dan tidak menerima bantuan dana dari pemerintah maupun dari sektor industri yang aktifitasnya selama proses produksi telah merusak tatanan alam dan lingkungan hidup. Sumber dana Greenpeace berasal dari sumbangan para donatur yang masih peduli akan kelestarian lingkungan hidup dan bersama-sama Greenpeace berkomitmen mencegah efek pemanasan global dan rekayasa genetika baik pada hewan maupun tumbuh-tumbuhan. 

Sikap Greenpeace yang independen dan tidak mau menerima bantuan dana dari pemerintah agar Greenpeace dalam berbagai kegiatan yang pro lingkungan hidup tidak dengan mudah diintervensi oleh pemerintah suatu negara maupun oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi sasaran investigasi Greenpeace berkaitan dengan aktifitas industri yang merusak lingkungan hidup. Hal ini pula yang menjadi prinsip utama organisai Greenpeace yang harus tetap menjamin independensi sumber keuangan dari kepentingan politik atau komersial.[1] Selain mendapatkan bantuan dana dari para donatur, Greenpeace juga aktif melakukan berbagai seminar, talk show, diskusi ilmiah, kampanye dalam lingkungan akademis dan masyarakat umumdalam upaya mendapatkan bantuan dana dari para akademisi maupun masyarakat yang juga peduli akan kelestarian lingkungan dan alam. 

Dalam dinamika politik global yang kontemporer, posisi Greenpeace sebagai salah satu organisasi non-pemerintah sangat kuat. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1971 oleh para aktivis lingkungan hidup di Canada, hingga kini Greenpeace telah memiliki 41 kantor perwakilan di seluruh dunia. Organisasi ini bermarkas di kota Amsterdam, Belanda dan telah memiliki 2,8 juta pendukung yang tersebar di seluruh dunia.[2] Kantor-kantor perwakilan Greenpeace berada di negara Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Hungaria, Polandia, Rumania, Slovakia, Slovenia, Chili, Hongkong, China, Taiwan, Republik Ceko, Prancis, Jerman, Yunani, India, Italia, Jepang, Luxemburg, Israel, Libanon, Turki, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Denmark, Finlandia, Norwegia, Rusia, Thailand, Indonesia, Filipina, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.[3] Dalam satu negara, Greenpecae bisa memiliki beberapa kantor perwakilan yang tersebar di beberapa propinsi di negara yang bersangkutan.

Berbagai kegiatan Greenpeace berkaitan dengan kampanye anti penangkapan ikan paus, proyek rekayasa genetika pada makhluk hidup, penghentian penggunaan tenaga nuklir dan senjata nuklir yang membahayakan kehidupan manusia, pelestarian hutan dan lingkungan hidup, kelestarian binatang, kampanye anti global warming dan melakukan investigasi terhadap perusahaan yang telah melakukan kerusakan lingkungan hidup sebagai akibat dari selama proses produksi berlangsung. Semua kegiatan Greenpeace dilaksanakan dengan cara-cara damai tanpa kekerasan.[4] Sering kampanye-kampanye Greenpeace yang pro lingkungan hidup telah banyak mempengaruhi dinamikan politik internasional. Keberadaan Greenpeace yang independen, kampanye dengan cara-cara yang damai menjadikan Greenpeace mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat dunia dan tidak dapat diintervensi oleh pemerintah. Ini pula yang menjadikan posisi Greenpeace dalam tatanan politik global sangat kuat dan berpengaruh dalam mempengaruhi kebijakan negara yang berkaitan dengan lingkungan hidup. 

Sedangkan berkaitan dengan akuntabilitas kebijakan, kegiatan dan keuangan Greenpeace, hal tersebut telah dilakukan sebagai bagian dari transparansi dan pertanggungjawaban bagi masyarakat dan donatur sehingga Greenpeace tetap berada dalam jalannya sebagai organisasi yang pro lingkungan hidup. Semua pertanggungjawaban atau akuntabilitas Greenpeace yang berkaitan dengan visi-misi organisasi, kegiatan yang telah dilakukan, hal-hal apa saja yang sudah dicapai, kegiatan yang sedang dijalankan dan akan dilaksanakan, rencana atau visi-misi ke depan dan laporan pertanggungjawaban keuangan telah diberikan secara transparan oleh Greenpeace melalui situs resmi organisasi www.greenpeace.org yang dapat diakses masyarakat umum. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya akuntabilitas dan transparansi organisasi. Greenpeace memilihi media internet sebagai media sosialisasi karena mengingat perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan akses masyarakat yang semakin kompleks, menjadikan media internet sebagai salah satu media komunikasi bagi Greenpeace dengan masyarakat dunia. Melalui situs resmi Greenpeace tersebut, dipublikasikan semua kegiatan, tujuan dan laporan keuangan tahunan organisasi. Berikut adalah laporan keuangan Greenpeace di Indonesia yang diunduh dari situs resmi Greenpeace.[5]

    Tabel 1 Laporan Keuangan Greenpeace yang telah diaudit akuntan publik

                                                           Laporan Keuangan Greenpeace Indonesia

        Laporan pertanggungjawaban keuangan diatas merupakan upaya transparansi Greenpeace terhadap penggunaan bantuan dana yang didonasikan oleh para donatur dalam membantu berbagai kegiatan Greenpeace yang berkaitan dengan upaya menyelamatkan lingkungan hidup dari kehancuran sebagai akibat dari keserakahan manusia itu sendiri.

Selamat berjuang Greenpeace. Bersama kita lestarikan alam kita.
                                                     ###################


[1] “Prinsip Utama”, dalam http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/Prinsip-Utama/, diakses pada tanggal 4 Juni 2012.
[2] “Sejarah Greenpeace”, dalam http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/sejarah-greenpeace/, diakses pada tanggal 4 Juni 2012.
[3] “Greenpeace di Dunia”, dalam http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/worldwide/#a11, diakses pada tanggal 4 Juni 2012.
[4] Op. Cit, Prinsip Utama...
[5] “Laporan Keuangan Yang Diaudit Akuntan Publik”, dalam http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/annualreports/audit-laporan-keuangan/, diakses pada tanggal 4 Juni 2012.